Rabu, Januari 11

Cara Mematikan Automatic Update di Windows 7

Sebelumnya saya membahas cara mematikan Automatic Update di Windows 7, saya ingin mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi Anda yang menjalankannya. Semoga amal ibadah Anda menjadi berkah di bulan Ramadhan ini.
OK lanjut mengenai Automatic Update Windows 7. Windows 7 dan versi Windows lainnya dilengkapi dengan fitur Automatic Update atau Update Otomatis. Hal ini memudahkan pengguna untuk mengetahui dan mendownload update Windows secara otomatis. Namun, ada beberapa user termasuk salah satu dari Anda yang kurang suka jika Automatik Update ini aktif dan ingin mematikkannya. Pada kali ini, saya ingin membahas cara menonaktifkan Automatic Update pada Windows 7. Namun, mematikan fitur Update Otomatis ini tidak saya rekomendasikan bagi Anda. Tutorial ini hanya saya sarankan jika Anda memang benar-benar ingin mematikan fitur Automatic Update secara penuh ataupun secara sebagian.
Untuk mematikan fitur Automatic Update pada Windows 7, ada beberapa langkah yang mseti Anda lakukan, langkah-langkah tersebut sebagai berikut:
  1. Buka jendela Windows Update dengan mengklik Start » All Programs »: Automatic Update.
  1. Selain cara tadi, Anda juga bisa membuka jendela Windows Update melalui jendela Control Panel. Pada Contorl Panel klik System and Security.
  1. Setelah itu, di jendela selanjutnya, klik Windows Update
  1. Pada jendela Windows Update, klik Change Setting disebelah kiri jendela.
  1. Selanjutnya di jendela setting, pilih salah satu pengaturan yang Anda inginkan melalui dropdown box yang disediakan. Anda mempunyai 4 (empat) pilihan disana, yaitu:
    • Install update automatically (recommended). Pilihan ini akan mengatur Windows agar mendownload dan menginstall update secara otomatis. Dengan kata lain, jika Anda memilih opsi ini maka Automatic Update masih tetap aktif. Jadi karena tujuan kita adalah mematikan Automatic Update, maka pilih ini tidak usah Anda pilih.
    • Download update but let me choose whether to install them. Opsi ini akan mengatur Windows agar mendownload update secara otomatis, namun tidak akan menginstallnya secara otomatis. Anda bisa saja menginstall update tersebut ataupun tidak.
    • Check for update but let me choose whether to download and install them. Opsi ini akan mengatur Windows agar hanya memeriksa update, namun tidak mendownload dan menginstall update tersebut. Jadi Anda hanya akan mendapat notifikasi tentang update yang ada. Anda bisa mendownload ataupun menginstallnya sesuai dengan keinginan Anda.
    • Never check for update (not recommended). Opsi ini akan mematikan Automatic Update secara penuh. Windows tidak akan memeriksa update yang ada ataupun mendownload dan menginstall update tersebut.
    Silahkan Anda pilih salah satu opsi yang ada anatar opsi 2, 3, dan 4 sesuai dengan selera Anda. Namun, sebagai informasi, saya memilih opsi yang ke-3 Check for update but let me choose whether to download and install them. Kenapa? Karena opsi ini memberikan informasi kepada saya tentang update dari Microsoft. Namun, saya bisa menentukan sendiri anatara mendownload dan melakukan update atau tidak melakukan update sama sekali. Apabila ada sebuah update terbaru, maka Windows Update akan memberikan notifikasi pada try icon dan bila jendela Windows Update terbuka akan terlihat, jumlah dan ukuran file update yang mesti di download dan di install
    .
  2. Dibawah dropdown box tadi, Anda akan melihat 2 buah check box. Checkbox yang pertama bertuliskan Give me recommended update the same way I receive important updates. Pilihan ini berfungsi untuk memberikan update yang direkomendasikan oleh Microsoft. Namun buka impotant update. Opsi hanya berpengaruh jika Anda memilih opsi 1, 2 dan 3 pada langkah ke 4 tadi.Sedangkan checkbox yang kedua (Allow all users to install updates on this computer) berfungsi untuk memberikan ijin kepada user lain baik yang berstatus adminstrator atau bukan untuk menginstall update. Berikan tanda cek (rumput) jika Anda memeberikan ijin kepada user lain untuk mengisntall update.
  3. Jika semua pengaturan sudah selesai, klik tombol OK yang ada dibawah jendela Windows Update ini untuk menyimpan pengaturan.
Semua pengaturan untuk mematikan automatic update pada Windows 7 telah selesai samapai disini. Jika Anda ingin mengaktifkan lagi fitur update otomatis ini, lakuakan langkah-langkah yang sama. Namun, pada langkah ke-4 pilih opsi satu.
Sekian tutorial cara mematikan fitu Automatic Update pada Windows 7. Semoga bermanfaat!

Cara Membuat Backup Windows 7 ke Sebuah Harddisk

Backup Windows 7Pada Windows 7 Anda bisa temukan sebuah fitur Backup and Restore untuk memudahkan Anda membuat backup dari Windows 7 Anda serta melakukan restore dari backup tersebut dengan mudah juga. Fasilitas backup di Windows 7 akan melakukan backup terhadap semua dokumen Anda yang ada pada folder Library, seperti Document, Music, Pictures dan lain-lain. Jika Anda meletakkan backup pada sebuah hard drive yang berformat NTFS dan berukuran cukup besar, maka proses backup juga akan membuat system image Windows 7 Anda.
Proses backup pada Windows 7 juga bisa dilakukan secara otomatis dan berkala (schedule backup). Schedule backup ini akan menghapus backup lama dan menggantinya dengan backup yang terbaru. Anda juga mempunyai beberapa pilihan lokasi penyimpanan backup. Anda bisa melakukan backup ke hard disk, backup ke DVD, dan bisa juga melakukan backup ke network.
Jika pada backup disertakan juga system image Windows 7, maka Anda akan membutuhkan sebuah system repair disk untuk melakukan restore system image. Pada artikel kali ini, saya akan membahas cara membuat backup Windows 7 ke sebuah harddisk. Berikut langkah-langkah membuat backup Windows 7 ke sebuah harddisk:
  1. Buka Control Panel. Pada item System and Security, klik Backup your computer.
  2. Control Panel Backup Item
  3. Di jendela selanjutnya, klik tulisan Set Backup.
  4. Set Up Backup

  5. Pada jendela Backup Wizard yang pertama, pilih partisi harddisk atau drive ekternal (flashdisk atau harddisk eksternal) yang akan dijadikan lokasi backup. Klik Next untuk melanjutkan.
  6. Pilih Lokasi Backup

  7. Selanjutnya, pilih opsi Let Windows choose (recommended) dan klik Next. Jika Anda ingin menentukan apa saja yang akan dibackup, pilih Let me choose.
  8. Let Windows Choose Backup

  9. Pada jendela selanjutnya, klik tombol Save settings and run backup untuk memulai proses backup.
  10. Review Backup Settings

  11. Proses backup akan segera dimulai. Tunggu hingga proses backup, waktu yang dibutuhkan proses backup ini tergantung dari ukuran file yang akan di backup.
Sekian tutorial cara membuat backup Windows 7 ke sebuah harddisk. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Selasa, Januari 10

Cara Menon-aktifkan Menu Properties Pada Start Menu di Windows 7

Menu Properties (diakses melalui klik kanan pada tombol START) yang ada pada Start Menu biasanya kita gunakan untuk melakukan pengaturan (settingan) yang berhubungan menu-menu yang ada pada tombol Start dan juga menu-menu pada Taskbar. Untuk mencegah orang lain agar tidak dapat melakukan perubahan settingan yang ada, kita dapat menon-aktifkan menu PROPERTIES ini. Ikuti tipsnya bersama berikut ini.
Langkah-langkah untuk Menon-aktifkan Menu Properties pada Start Menu adalah sebagai berikut.
Pertama, jalankan run ketik gpedit sehingga akan terbuka jendela Group Policy Editor.
Kedua, kemudian klik User Configuration\Administrative Templates\Start Menu and Taskbar.

Ketiga, kemudian pindah ke panel sebelah kanan dan klik “Prevent changes to Taskbar and Start Menu Settings” , seperti gambar di bawah ini.
Keempat, kemudian akan muncul jendela “Prevent changes to Taskbar and Start Menu Settings”, seperti di bawah ini.
Kelima, kemudian pilih “Enabled
Keenam, kemudian klik Apply atau OK.
Ketujuh, sekarang cobalah untuk membuka perintah “Properties” yang ada pada Start Menu. Jika tidak ada kesalahan maka kita akan mendapati jendela konfirmasi yang isinya “This Operation has been cancelled due to restrictions in effect on this computer. Please contact your system administrator”. Seperti gambar di bawah ini.
Kedelapan, selamat mencoba.

Menyembunyikan Drive Tanpa Melalui Registry Editor

Tips menyembunyikan drive menjadi tidak terlihat oleh user lain. Tips ini Dunia Software. Jika tertarik silakan ikuti tipsnya berikut ini.
Tips kali ini menggunakan fasilitas Windows Diskpart yang dijalankan melalui command prompt dan untuk mengetahui langkah-langkahnya, silakan ikuti tipsnya berikut ini.
Klik Start >> Run >> kemudian ketikkan “diskpart” (tanpa tanda petik) kemudian tekan OK atau ENTER sehingga akan muncul jendela seperti di bawah ini.
Sebelum menyembunyikan salah satu drive, kita harus mengetahui letter dan volume drive masing-masing yang ada di komputer kita dengan cara mengetikkan “list volume” (tanpa tanda petik) dilanjutkan menekan ENTER sehingga kita akan mendapatkan informasi seperti bawah ini.
Dari hasil tersebut, kita dapat mengetahui letter dan volume dari drive masing-masing. Pada contoh di atas, kita mendapatkan informasi sebagai berikut.
Drive F ditunjukkan dengan volume 0
Drive C ditunjukkan dengan volume 1

Drive D ditunjukkan dengan volume 2

Drive E ditunjukkan dengan volume 3
Perintah untuk menyembunyikan drive adalah ketikkan pada diskpart “select volume drive” (tanpa tanda petik) kemudian ENTER kemudian dilanjutkan dengan mengetikkan perintah lagi “remove letter drive” (tanpa tanda petik) kemudian ENTER.
Sebagai contoh untuk menyembunyikan drive D maka langkah-langkah dan perintahnya adalah sebagai berikut.
Pertama, Klik Start >> Run >> ketikkan “diskpart” kemudian ENTER
Kedua, ketikkan perintah “select volume 2” ENTER
Ketiga, ketikkan perintah “remove letter D” ENTER
Keempat, restart computer dan pastikan drive sudah tidak terlihat lagi.
Untuk mengembalikan lagi drive D yang disembunyikan, ikuti langkah-langkah di atas kemudian pada langkah ketiga, ganti perintah “remove letter D” menjadi “assign letter D
Selamat Mencoba!!

Cara Menghilangkan Konfirmasi Delete Pada Windows XP

Secara default, setiap kali kita akan menghapus suatu file / folder, Windows XP akan selalu menampilkan kotak konfirmasi (dialog box) yang intinya menanyakan apakah kita sudah yakin akan menghapus file / folder tersebut. Jika kita menekan tombol YES maka file / folder tersebut akan dihapus dan sebaliknya jika kita menekan NO maka file / folder tersebut tidak jadi dihapus. Ikuti tipsnya bersama Dunia Software berikut ini.

Kotak konfirmasi atau dialog box-nya seperti gambar di bawah ini.


Jika dirasa dialog box tersebut tidak kita perlukan, mungkin dianggap akan membuang-buang waktu saja maka kita dapat menghilangkan dialog box tersebut. Dengan demikian setiap kali kita mengklik delete pada suatu file / folder maka file / folder tersebut langsung dihapus tanpa ada konfirmasi atau peringatan seperti sebelumnya.
Cara menghilangkan kotak konfirmasi atau dialog box-nya adalah sebagai berikut.
Pertama, klik kanan Recycle Bin yang ada di desktop kemudian pilih Properties sehingga akan muncul kotak dialog “Recycle Bin Properties”, seperti gambar di bawah ini.
Kedua, kemudian hilangkan centangan (uncheck) pada “Display delete confirmation dialog”.
Ketiga, klik Apply dan dilanjutkan mengklik OK.
Keempat, cobalah untuk men-delete sebuah file / folder dan pastikan dialog box-nya sudah tidak muncul lagi.